Dokumen ini menjadi panduan utama untuk memperlebar sayap investasi hijau di berbagai daerah sentra manufaktur tanah air.
Baca juga:Â Genjot Industri Hijau, Kemenperin Perketat Verifikasi Emisi Karbon Sektor Manufaktur
Tri Supondy menempatkan UNIDO sebagai elemen penting dalam memuluskan transisi energi pada sektor manufaktur.
Kerja sama ini membuka keran pendanaan internasional untuk mendampingi pelaku usaha lokal dalam mengadopsi mesin-mesin produksi ramah lingkungan.
Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami berharap berbagai inisiatif dalam forum BRICS PartNIR dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret, memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional,” kata Tri Supondy.
Inovasi paling mutakhir dari kolaborasi ini mewujud pada rencana pembentukan Eco-Industrial Park (EIP) Center di gedung Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0).
Baca juga:Â Kemenperin Gandeng Pemkab Pinrang, Dekatkan Layanan Standardisasi untuk IKM Lokal
Gedung ini akan berfungsi sebagai pusat kendali untuk memantau penggunaan air, pengolahan limbah, dan efisiensi listrik pada kawasan industri percontohan.
Tim teknis gabungan dari kedua lembaga kini tengah merampungkan instalasi sistem perangkat lunak agar pusat digital tersebut dapat segera beroperasi tahun ini.
Mencetak SDM Unggul dan Mengawal Hilirisasi Mineral Bersih
Masuknya Indonesia ke dalam blok ekonomi BRICS juga membuka peluang baru melalui pemanfaatan fasilitas BRICS Center for Industrial Competence (BCIC).




