URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mulai membidik talenta digital di daerah untuk memperkuat ekosistem periklanan nasional.
Melalui program AKTIF Native Advertising yang digelar di Pendopo Wali Kota Pariaman, Sumatra Barat, Jumat, 17 April 2026, pemerintah berupaya menjadikan subsektor periklanan, penerbitan, dan fotografi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (the new engine of growth).
Program yang berkolaborasi dengan Indonesia Digital Association (IDA) ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat lokal pascabencana banjir yang sempat melanda wilayah tersebut.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, menyebut potensi industri periklanan global sangat menggiurkan dengan proyeksi nilai mencapai 1 triliun dolar AS pada 2026.
Baca Juga: Lampion di Langit Jakarta, Kemen Ekraf: Festival Imlek 2026 Jadi Panggung Akulturasi Ekonomi Kreatif
“Kami memilih Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman karena memiliki potensi talenta kreatif dan produk ekonomi kreatif yang besar. Tantangannya adalah bagaimana mengemas potensi tersebut agar menarik secara digital,” ujar Cecep.
Strategi “Iklan Rasa Konten”
Fokus utama pelatihan ini adalah native advertising, yakni teknik mengemas pesan komersial secara organik agar menyatu dengan konten media. Cecep menilai audiens masa kini cenderung jenuh dengan iklan konvensional yang dianggap mengganggu (intrusive).
Diharapkan, para peserta belajar cara membuat ‘iklan rasa konten’ yang etis dan menarik tanpa menghilangkan nilai komersialnya.




