“Kami ingin talenta di Sumatera Barat, khususnya Pariaman, tidak hanya menjadi penonton dalam ledakan industri digital, tetapi menjadi pemain aktif yang kompeten,” tambah Cecep.
Baca Juga: Merapikan Pipa Royalti, Komitmen Kemen Ekraf dan Spotify Benahi Transparansi Hak Musisi Lokal
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik inisiatif ini sebagai amunisi baru untuk mempromosikan produk unggulan daerah.
“Pemerintah Kota berkomitmen penuh mendukung fasilitasi seperti ini agar mampu meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif lokal dalam menghasilkan karya visual berkualitas,” kata Yota saat membuka acara.
Menembus Media Nasional
Untuk menjamin kualitas hasil belajar, program ini menghadirkan mentor lintas disiplin, mulai dari fotografer profesional Marrysa Tunjung Sari hingga Muhammad Zulfikar dari National Geographic.
Peserta tidak hanya diajarkan teknis fotografi dan desain, tetapi juga dibekali kemampuan storytelling yang sesuai dengan standar industri.
Ketua Bidang Agency IDA, Ramya Prajna S, menegaskan bahwa kurikulum yang dibawa merupakan standar industri langsung dari Jakarta.
Baca Juga: Pacu Ekosistem Penerbitan, Kemen Ekraf: Pajak Royalti Penulis Lebih Adil
“Sinergi ini memastikan bahwa peserta belajar langsung dari praktisinya mengenai fotografi, desain, hingga storytelling yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” jelas Ramya.
Peserta yang mengikuti pelatihan pada 17–18 April 2026 ini nantinya akan mendapatkan pendampingan penyusunan portofolio.
Karya terbaik diproyeksikan masuk ke kanal media nasional, yang membuka peluang monetisasi serta kolaborasi profesional di masa depan.






