Riefky menekankan pentingnya regulasi dan pemberian insentif bagi para pelaku industri kreatif guna mematangkan infrastruktur digital di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seperti Batam dan Bitung.
Ia berharap IFC mampu menjadi solusi atas hambatan permodalan yang selama ini dihadapi para kreator lokal.
“Kami siap untuk dilibatkan dalam membangun ekosistem yang tadi sebagai pendampingnya, kemudian regulasinya, usulan-usulan insentif dan juga talenta,” ujar Teuku Riefky.
Hal ini juga penting, agar nanti IFC menjadi bridge (jembatan) untuk kreator-kreator Indonesia untuk mendapatkan intellectual property (IP), financing, ataupun royalty financing.
Fokus pada Konten Digital
Optimalisasi subsektor gim dan animasi dipandang krusial untuk menjaga momentum investasi di masa depan.
Baca Juga: Transaksi Muamalat DIN Melonjak Selama Ramadan, Pembayaran Utilitas Naik 328 Persen
Dengan penguatan infrastruktur pusat data di KEK, pemerintah optimistis dapat menciptakan lapangan kerja berbasis talenta teknologi serta memperkuat posisi Indonesia dalam pasar konten digital dunia.
Melalui Satgas P3M-PPE, pemerintah berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan program percepatan ekonomi ini berjalan efektif dan terukur di seluruh sektor prioritas. (*)






