Sinergi ini mengunci babak baru kemitraan lintas sektor yang mencakup investasi manufaktur, riset farmasi, hilirisasi industri, serta peningkatan kompetensi talenta digital.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ajak Jerman Garap Proyek Green Energy, Dorong Investasi Kendaraan Listrik
Sebagai anggota penuh BRICS, Indonesia kini memegang posisi tawar yang kian strategis dalam merajut kemitraan multilateral.
Neraca perdagangan kedua negara mencatatkan nilai impresif sebesar USD 23,16 miliar pada 2025, dengan surplus ekspor Indonesia mencapai USD 18,32 miliar berbanding impor USD 4,84 miliar.
Pemerintah memprioritaskan dialog ini guna memulihkan volume ekspor produk manufaktur nonmigas nasional sekaligus memperluas akses pasar ke wilayah Asia Selatan.
Semikonduktor dan Data Center Jadi Tulang Punggung AI
Baca Juga: Indonesia Perkuat Kolaborasi Industri BRICS: Peluang Investasi Global
Pemerintah India menyambut positif inisiatif kerja sama pada pilar-pilar industri hijau, semikonduktor, dan agroindustri bernilai tambah.
Di tengah pembahasan ekosistem bisnis, delegasi India turut mendiskusikan regulasi kuota impor komoditas tertentu, yang segera dikoordinasikan pemerintah Indonesia bersama kementerian teknis terkait demi menjaga iklim perdagangan yang sehat dan transparan.
Delegasi Indonesia secara khusus mendorong keterlibatan India dalam pengembangan rantai pasok cip semikonduktor nasional.
Komponen mikro ini menjadi fondasi vital bagi sektor otomotif modern, perangkat telekomunikasi cerdas, hingga teknologi otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).




