Sementara kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif, menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS atau US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun jangka panjang.
Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat (di Timur Tengah, Ukraina, dan Laut China Selatan/Taiwan), perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS.
“Indeks mata uang dolar AS pun naik tinggi, yang makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia termasuk rupiah,” tulis hasil RDG BI tersebut.
Berbagai perkembangan global itu, lanjut BI, memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan menhttps://urbancity.co.id/wp-content/uploads/2019/10/Post-1.pngg pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Dapatkan Informasi Menarik Lainnya di GOOGLE NEWS










