Senada dengan itu, perwakilan Java Festival Production, Dewi Gontha, membagikan rekam jejak sukses mereka dalam mengelola IP berbentuk acara (event) besar melalui ajang Java Jazz Festival.
Baginya, kunci kekuatan IP terletak pada kemampuan menjual pengalaman unik yang relevan untuk lintas generasi.
Baca Juga: Bazar Kreatif DWP Kemenekraf: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Java Jazz tak sekadar menjual festival musik, tetapi experience. Maka, festival ini tumbuh menjadi ruang budaya yang menjadi pertemuan bagi komunitas, brand, hingga berbagai kolaborasi kreatif.
“Dengan begitu sebuah IP event dapat hidup dan berkembang sehingga terasa relevan bagi lintas generasi,” kata Dewi Gontha. (*)




