Dari sisi pasokan, pemerintah mengeklaim telah melakukan diversifikasi sumber impor sejak 2025 guna mengurangi ketergantungan pada jalur perdagangan yang rentan konflik.
Proteksi Hulu-Hilir: Pupuk Murah, Gabah Mahal
Kebijakan pertanian era Prabowo kali ini menerapkan pendekatan ganda. Di sektor hulu, pemerintah menekan biaya produksi melalui subsidi pupuk dan deregulasi.
Sementara di sektor hilir, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna melindungi pendapatan petani dari fluktuasi harga pasar.
“Pemerintah hadir di dua sisi rantai produksi sekaligus: menekan biaya di hulu melalui subsidi dan deregulasi pupuk, serta menjaga pendapatan di hilir melalui jaminan harga gabah,” tulis keterangan resmi tersebut.
Langkah ini diprediksi mampu menekan biaya produksi hingga ratusan ribu rupiah per hektare.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Gelar Operasi Pasar Murah, Penuhi Kebutuhan Pangan Selama Ramadan
Cadangan Beras Capai Rekor 5 Juta Ton
Di tengah ancaman anomali cuaca El Niño, Mentan Amran mengeklaim ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi paling aman.
Cadangan beras pemerintah dilaporkan telah menembus 5 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah stok pangan Indonesia.
Stok jumbo ini dihasilkan dari akselerasi program pompanisasi dan perluasan areal tanam yang masif dalam setahun terakhir.
Dengan bantalan stok tersebut, Indonesia dinilai memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menghadapi gejolak rantai pasok global dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara.






