“Ribuan motor listrik SPPG terpantau masih tersimpan di gudang kawasan Sentul, Kabupaten Bogor,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Baca juga:Â Standar Bintang Lima Harga Kaki Lima: Tantangan Kepala BGN untuk Menu Makan Gratis
Kondisi lapangan per Juni ini memperlihatkan volume kendaraan yang menumpuk jauh lebih masif ketimbang pemantauan pada April 2026 lalu.
Jika sebelumnya armada roda dua tersebut hanya memenuhi area samping gudang milik produsen, Emmo Electric Mobility, kini tumpukan kendaraan bermodel skuter matik hingga trail itu telah meluber hingga memenuhi halaman depan dan area luar gudang.
Di sekitar lokasi, sebuah truk kontainer berlabel PT Yasa Artha Tunggal (YAT) juga terlihat terparkir membisu.
Meski pintu gerbang pergudangan terbuka lebar, nyaris tidak ada denyut aktivitas pekerja ataupun hilir mudik kendaraan operasional di sana.
Pihak pengelola gudang pun memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum penyimpanan maupun kejelasan distribusi aset negara tersebut.
Baca juga:Â BGN Bekukan Izin Satuan Pelayanan Pria Viral yang Joget di Dapur Makan Bergizi
Siasat Klaim Murah yang Berujung Pidana
Berpaling ke belakang, Dadan Hindayana saat masih menduduki kursi nomor satu di BGN sempat pasang badan membela proyek pengadaan jumbo ini.
Di Kompleks Istana Kepresidenan pada April 2026 lalu, ia berkilah bahwa proses pembelian puluhan ribu motor listrik itu justru berhasil menghemat kas negara karena harganya diklaim berada di bawah rata-rata harga pasar nasional.



