URBANCITY.CO.ID – Tata kelola yang tangguh dan integritas tinggi menjadi kunci utama dalam membangun industri jasa keuangan yang transparan di tengah disrupsi teknologi.
Masyarakat urban yang semakin bergantung pada layanan finansial digital memerlukan jaminan keamanan sistem yang mumpuni.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan tata kelola modern agar sektor keuangan tetap stabil meski menghadapi tantangan kompleksitas risiko yang terus berkembang.
Kepercayaan publik tumbuh saat institusi mampu menunjukkan akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan yang konsisten terhadap regulasi.
Menghadapi Ancaman Fraud dan Siber
Transformasi digital membuka peluang luas, namun sekaligus meningkatkan ancaman fraud serta serangan siber yang menargetkan ekosistem keuangan kita.
Baca juga: Sambut Program 3 Juta Rumah: OJK Pangkas Birokrasi Kredit, Akses KPR Subsidi Jadi Makin Mudah!
Organisasi harus beralih dari pendekatan tata kelola yang bersifat reaktif menuju pembangunan ketahanan (resilience) untuk menghadapi berbagai ancaman.
Strategi ini memungkinkan institusi untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dengan cepat dari gangguan teknologi maupun proses bisnis.
Salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan integritas publik pada era digital adalah meningkatnya ancaman fraud dan serangan siber yang semakin kompleks.
“Oleh karena itu, pendekatan tata kelola modern tidak dapat lagi bersifat reaktif,” kata Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK (8/7).
Organisasi harus membangun resilience, yaitu kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri secara cepat ketika menghadapi ancaman,” kata Sophia.




