Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, turut memperkenalkan platform Inaexport. Layanan one-stop service ini menyediakan informasi profil buyer dunia dan katalog produk yang dapat diakses pelaku usaha secara gratis.
Optimisme dari Daerah
Diskusi ini disambut baik oleh para pelaku usaha, salah satunya Abdullah, perajin batik asal Solo. Ia mengaku terbantu dalam memahami tata cara ekspor yang selama ini menjadi penghambat usahanya.
“Saya berharap, usaha kami bisa lebih berkembang ke arah ekspor setelah memahami tata caranya. Potensi pasar produk kami cukup bagus. Kalau untuk produksi, kami mampu,” kata Abdullah optimis.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky: Dorong Jenama Lokal Jadi Juara Nasional dan Go Global
Founder LCI, Dhika Yudistira, menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha di “meja kopi” seperti ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan nasional agar lebih adaptif dan kompetitif di kancah global. (*)





