URBANCITY.CO.ID – Masyarakat urban kian kritis memandang mutu infrastruktur pendidikan sebagai faktor penentu keberhasilan investasi masa depan generasi penerus.
Ketersediaan fasilitas belajar yang representatif, modern, dan aman langsung mendongkrak valuasi kawasan hunian sekaligus menopang kenyamanan belajar siswa perkotaan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menggarisbawahi urgensi akuntabilitas tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Pemerintah memposisikan program renovasi sarana fisik ini bukan sekadar perbaikan dinding gedung belaka, melainkan langkah terencana mencetak talenta unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.
Baca Juga:Â Tiga Kampus Indonesia Raih QS Asia 2027 Perkuat Investasi Pendidikan Global
Mendikdasmen menuntut seluruh penanggung jawab proyek menjaga integritas penggunaan anggaran publik tanpa toleransi kebocoran sedikit pun.
Pengawasan ketat ini memastikan setiap rupiah yang bersumber dari pajak rakyat langsung memberi imbal hasil konkret bagi mutu edukasi anak-anak bangsa.
“Pak Presiden menekankan, jangan ada satu rupiah pun uang rakyat yang dikorupsi. Karena revitalisasi ini adalah dana rakyat yang diamanahkan kepada kita semua untuk digunakan sebagai sarana memperbaiki kualitas dan sarana pendidikan,” tegas Abdul Mu’ti.
Mengukur Nilai Tambah Fasilitas Terhadap Motivasi Belajar
Keberhasilan pembenahan gedung sekolah menuntut tolok ukur yang lebih substansial daripada sekadar penyelesaian fisik konstruksi di lapangan.




