URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup masyarakat urban masa kini menuntut anak menguasai bahasa internasional sejak dini guna memenangi persaingan karier masa depan.
Mengakomodasi kebutuhan strategis tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng 101 perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengakselerasi program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).
Kolaborasi skala besar ini menjangkau guru dari 58.482 sekolah di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan melalui 3.002 kelas pelatihan terstruktur.
Langkah ini menghadirkan efisiensi anggaran dan imbal hasil jangka panjang bagi mutu sumber daya manusia Indonesia.
Baca Juga: Investasi Modal Manusia: 169 Generasi Unggul Raih Beasiswa Talenta 2026
Pemerintah memilih meningkatkan kecakapan tenaga pendidik yang sudah bertugas daripada membuka formasi baru yang membebani kas negara, sekaligus memastikan anak-anak usia sekolah dasar siap menghadapi implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai Tahun Ajaran 2027/2028 berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan orientasi penguatan kompetensi guru kelas demi menjamin kenyamanan belajar anak di sekolah.
“Kami tegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris untuk SD mulai kelas 3 ini tidak dengan menambah jumlah guru, tapi meng-upgrade kemampuan guru, terutama guru-guru kelas,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (5/11).
Abdul Mu’ti menitikberatkan metode belajar yang interaktif dan menyenangkan agar anak terbebas dari tekanan psikologis.




