Baca Juga: OJK Dukung Kemenkeu Laporkan Korupsi LPEI ke Kejagung
Menkeu secara aktif meminta LPEI berdialog langsung dengan asosiasi industri guna menyodorkan fasilitas kredit berbunga kompetitif.
Langkah relaksasi ini menjadi katalis penting bagi investor institusional maupun pengusaha manufaktur untuk menata ulang portofolio bisnis di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Fleksibilitas KPI LPEI Dongkrak Daya Saing Ekspor
Kementerian Keuangan bahkan siap merombak tolok ukur kinerja perbankan kebijakan demi memprioritaskan efek berganda ke sektor riil daripada sekadar mengejar profitabilitas margin bunga.
Baca Juga: Usai Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Sejak Dini Hari
“Sebagai lembaga pembiayaan ekspor, coba bicara dengan industri, tekstil, furniture dan lain lain, dan coba tawarkan bunga pembiayaan yang murah. Bila masih ketinggian juga, nanti saya lihat, apakah KPI pendapatan bunga LPEI perlu diturunkan, tidak perlu tinggi tapi efektif menjawab harapan pelaku usaha. Kan saya yang menentukan parameter kinerjanya,” jelas Menkeu.
Arahan berani ini menegaskan kembali peran strategis LPEI sebagai policy bank sekaligus Special Mission Vehicle (SMV) Pemerintah dalam mendongkrak ekspor nasional.
Sinergi ini memperkuat ekosistem pembiayaan ekspor untuk melipatgandakan daya saing pelaku usaha lokal dan menembus pasar-pasar nontradisional di mancanegara.
Penguatan Fondasi Keberlanjutan dan Investasi Hijau
Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso menyambut baik arahan tersebut dengan menyiapkan skema pembiayaan berdampak nyata yang selaras dengan prinsip investasi modern berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).




