Baca Juga: Tembus Pasar Prancis, Kemenperin Pacu Hilirisasi Kakao Berdaya Saing Global
Fokusnya mencakup bidang pengkodean (coding), desain, hingga teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI), pengembangan gim, dan development operations.
Seluruh jaringan akademi dan institut Apple di Indonesia diproyeksikan mampu mencetak hampir 1.000 tenaga ahli setiap tahunnya mulai 2026.
Vice President of Worldwide Developer Relations Apple, Susan Prescott, menilai Indonesia memiliki komunitas pengembang yang dinamis dan kreatif. Hal inilah yang mendasari keputusan Apple untuk terus berinvestasi melalui jalur pendidikan.
Inovasi Lokal Berbasis AI
Menperin turut menyoroti kualitas para peserta program yang dinilai impresif. Ia memandang para alumni sebagai aset penting bagi industri digital nasional.
Baca Juga: Demokratisasi AI: Samsung Rilis Galaxy A57 5G dan A37 5G dengan Fitur Kelas Pro
Dalam acara tersebut, dipaparkan pula sejumlah karya inovasi anak bangsa, mulai dari sistem manajemen energi hingga AI untuk pemberdayaan UMKM.
“Pemerintah meyakini lulusan Apple Developer Academy maupun Apple Developer Institute telah memiliki nilai tambah yang kuat dan berpotensi besar mendukung pertumbuhan industri digital nasional,” tegas Menperin.
Dengan integrasi antara kebijakan TKDN dan pusat inovasi, pemerintah berharap struktur industri telepon seluler dan tablet nasional tidak lagi didominasi produk impor, melainkan semakin kuat berbasis riset dan pengembangan dalam negeri.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan kompetitif di kancah global. (*)






