URBANCITY.CO.ID – Masalah keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di kawasan penyangga Jakarta perlahan mulai menemui jalan keluar.
Pemerintah bergerak cepat merajut sinergi demi mewujudkan mimpi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya para buruh pabrik, untuk memiliki tempat tinggal yang layak, murah, dan dekat dengan tempat kerja.
Kesungguhan ini tecermin saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, turun langsung meninjau progres pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Selasa (26/5/2026).
Tidak sendirian, menteri yang akrab disapa Ara ini menggandeng Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, dan CEO Lippo Group James Riady.
Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait Groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta: Target 141 Ribu Unit untuk Rakyat
“Kita ingin masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi maupun tempat kerja,” ujar Menteri Ara di sela-sela peninjauan.
Bagi Menteri Ara, hunian vertikal seperti rusun subsidi merupakan solusi masa depan yang tidak bisa ditawar lagi untuk memotong angka kelangkaan (backlog) perumahan di wilayah perkotaan.
“Hunian vertikal seperti rusun subsidi ini menjadi solusi masa depan, terutama di wilayah dengan kebutuhan rumah tinggi dan harga tanah yang terus meningkat,” tegasnya.
Kejar Target Struktur Atas dengan Kualitas Terjaga
Saat ini, proyek raksasa tersebut sedang mengebut pengerjaan pondasi dasar. Menteri Ara menjelaskan bahwa dinamika di lapangan masih berjalan mulus sesuai dengan linimasa yang direncanakan.




