Baca Juga: Menteri Maruarar Sirait dan REI Santuni Anak Yatim, Bahas Groundbreaking Rusun di Meikarta
“Saat ini progres pembangunan masih sesuai rencana dan sudah masuk pada tahapan test pile. Dari total 8.600 pile, saat ini sudah terpasang sebanyak 1.836 pile,” urai Ara.
Namun, ia mengingatkan agar kecepatan kerja ini tidak mengorbankan aspek keselamatan dan regulasi. “Kita harus memastikan pembangunan rusun subsidi ini berjalan cepat, tetapi tetap sesuai aturan dan menjaga kualitas pembangunan,” tambahnya.
Guna mewujudkan total sekitar 141.000 unit hunian yang tersebar di tiga lokasi, pemerintah menerapkan skema kolaborasi yang unik.
Kementerian PKP bertindak sebagai regulator, sementara urusan anggaran dan pembangunan digawangi oleh Danantara. Di sisi lain, Lippo Group ikut ambil bagian dengan menghibahkan lahan strategis seluas 30 hektare.
Baca Juga: Terobosan 141 Ribu Rusun Subsidi di Meikarta, Menteri Ara Targetkan Groundbreaking 8 Maret
Proyek jumbo ini telah memulai tahapan pembersihan lahan (land clearing) sejak Februari 2026 dan peletakan batu pertama (ground breaking) pada Maret lalu.
Jika tidak ada aral melintang, pembangunan struktur bangunan ke atas akan dimulai Agustus 2026, dengan target rampung total dan siap huni pada Agustus 2028.
Mendongkrak Kualitas Hidup Buruh dan Ekonomi Nasional
Urgensi pembangunan rusun ini diakui oleh Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, yang menyebut proyek ini dipantau langsung dari meja Istana.
“Program rusun subsidi ini mendapatkan perhatian khusus dari Presiden dan akan kita rencanakan serta laksanakan dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Tedi.




