URBANCITY.CO.ID – Dinamika aktivitas perkotaan yang serba cepat menuntut efisiensi mobilitas tanpa henti.
Di tengah laju urbanisasi dan pesatnya industri supply chain, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perusahaan teknologi lokal agar melahirkan inovasi bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas daya saing ke pasar global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menilai keberhasilan McEasy merefleksikan kematangan ekosistem digital nasional.
Platform teknologi ini menghadirkan efisiensi nyata pada manajemen transportasi dan logistik modern, sektor vital penopang gaya hidup masyarakat kota yang mengandalkan kecepatan distribusi barang.
Baca Juga: Sinergi ITL Trisakti & BP2TL: Akselerasi SDM Maritim & Logistik Masa Depan
“Indonesia memiliki talenta, pasar, dan kebutuhan industri yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi inovasi teknologi, seperti yang ditunjukkan oleh McEasy. Tantangannya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, mampu dikomersialisasikan, dan pada akhirnya dapat bersaing di pasar global,” ujar Menteri Ekraf di Jakarta, Rabu (9/9).
Daya Tarik Investasi dan Solusi Mobilitas Urban
Sejak berdiri pada 2017, McEasy membuktikan ketangguhan model bisnisnya dengan mengelola operasional armada bagi sekitar 2.000 perusahaan.
Sistem cerdas mereka memantau lebih dari 350 juta kilometer perjalanan kendaraan tiap bulan, sebuah volume masif yang memangkas biaya operasional armada logistik perkotaan secara terukur.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Tekan Biaya Logistik dan Perkuat Ekonomi Nasional
Daya pikat solusi tersebut memicu kepercayaan investor internasional. McEasy mengamankan pendanaan Seri B senilai 9 juta dolar AS dari Integra Partners asal Singapura, lengkap dengan fasilitas growth debt dari InnoVen Capital.
Portofolio investasi ini melanjutkan dukungan pemodal ventura papan atas seperti East Ventures dan Granite Asia pada putaran Seed serta Seri A.
“Capaian ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi Indonesia memiliki kapasitas untuk membangun produk yang menjawab kebutuhan industri sekaligus memperoleh kepercayaan pasar dan investor. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk membawa inovasi yang lahir di Indonesia ke tingkat regional,” ujar Teuku Riefky.
Pemerintah Siap Kawal Komersialisasi Inovasi
Baca Juga: Distribusi BBM Pertamina: Analisis Ketahanan Energi Nasional dan Stabilitas Bisnis Logistik
Pemerintah menempatkan diri sebagai akselerator strategis bagi para pelaku industri kreatif digital. Kementerian Ekraf memastikan keberlanjutan bisnis rintisan melalui skema pendampingan regulasi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga fasilitasi akses pasar mancanegara agar produk lokal tidak layu sebelum berkembang.
“Kami ingin memastikan inovasi yang lahir dari Indonesia tidak berhenti pada tahap prototype. Inovasi harus memiliki jalur untuk dikembangkan, dilindungi, dikomersialisasikan, dan diperluas ke pasar yang lebih besar. Di sinilah pemerintah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan startup agar inovasi mereka dapat tumbuh menjadi produk dan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Menteri Ekraf.
Teknologi AI Prediktif Perkuat Armada Regional
Suntikan modal anyar ini membuka ruang inovasi yang lebih agresif. Co-Founder & CEO McEasy, Raymond Sutjiono, menegaskan fokus perusahaan untuk mengakselerasi adopsi analitik data dan artificial intelligence (AI), sembari menyiapkan langkah ekspansi menuju pasar Asia Tenggara.
Baca Juga: ASDP Kerahkan Strategi Taktis Urai Antrean Logistik di Pelabuhan Ketapang
“Pendanaan ini memungkinkan kami beralih dari sekadar merekam menjadi mampu memprediksi, mengubah sembilan tahun data kendaraan menjadi model AI yang membantu operator armada mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan hanya apa yang sudah terjadi,” ujar Raymond.
Teknologi prediktif ini menghadirkan kepastian operasional yang lebih tinggi bagi pelaku usaha urban. Integrasi kecerdasan buatan dalam pengelolaan transportasi bukan hanya mendongkrak margin keuntungan logistik, melainkan juga menetapkan standar baru gaya hidup industri cerdas di kawasan regional.




