Transformasi kemasan dan rasa terbukti ampuh meruntuhkan stigma kuno yang selama ini melekat pada minuman pahit tersebut.
“Hari ini kita melihat jamu tidak lagi hanya identik dengan tradisi masa lalu, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern dan diminati lintas generasi, termasuk Gen Z dan milenial,” kata Menteri Ekraf.
Baca juga: Sasar Pasar Global, Menteri Ekraf Teuku Riefky Pacu Digitalisasi Industri Jamu
Pemerintah bertekad mempertajam teknik penceritaan (storytelling) dan strategi pemasaran digital guna membantu pelaku usaha menjangkau pembeli mancanegara.
Sektor hilir memerlukan suntikan modal dan perluasan jejaring bisnis agar produk turunan rempah ini mampu bersaing dengan suplemen kimia buatan pabrikan barat.
Membidik Posisi Pemimpin Pasar Industri Kebugaran Dunia
Kementerian Ekraf memproyeksikan Indonesia sebagai calon kuat pusat industri wellness dunia berkat limpahan bahan baku biotik yang tiada tanding.
Keragaman hayati dan pengetahuan pengobatan kuno yang mengalir lintas generasi menjadi modal utama untuk menguasai pasar ekonomi sirkular dunia.
Teuku Riefky menegaskan bahwa modal hayati berupa kelimpahan rempah, tradisi pengobatan jamu, dan budaya kesehatan menempatkan Indonesia sebagai calon kuat pusat wellness global.
Baca juga: Wamen Ekraf Targetkan Festival Jamu Nusantara 2026 Jadi Tren Gaya Hidup Global
Sembari mengurai tantangan industri herbal, ia menggarisbawahi pentingnya mengemas potensi tradisional tersebut secara profesional.
Hal itu hanya bisa terwujud lewat kolaborasi terintegrasi yang melibatkan para pelaku usaha, akademisi, media dan asosiasi.




