Di sisi lain, capaian rumah tapak yang mencapai ratusan ribu unit tahun lalu dipandang sebagai modal positif.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Gandeng KAI Bangun Hunian Vertikal TOD di Kiaracondong Bandung
Ke depan, penguatan skema pembiayaan akan diakselerasi agar target tahun 2027 dapat melampaui capaian sebelumnya.
Target Bedah Rumah Naik Delapan Kali Lipat
Selain urusan pembiayaan rumah baru, rapat tersebut juga membahas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, mengungkapkan bahwa alokasi program BSPS tahun ini melonjak drastis.
“Tahun ini, target BSPS meningkat hingga delapan kali lipat menjadi 400.000 unit. Saat ini kami juga secara paralel tengah menyiapkan penyempurnaan regulasi serta melakukan verifikasi teknis di lapangan,” jelas Fitrah.
Pemerintah menetapkan kriteria ketat bagi penerima BSPS, yakni masyarakat yang masuk dalam golongan desil 4 ke bawah.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Bidik Lahan Angkasa Pura di Senen untuk Rusun, Groundbreaking Mei
Calon penerima harus memiliki satu-satunya rumah yang dalam kondisi tidak layak huni, serta memiliki alas hak tanah yang jelas—meski tidak mutlak berupa sertifikat.
Melalui penguatan BP Tapera dan peningkatan target BSPS, Kementerian PKP berkomitmen menghadirkan program hunian yang lebih adaptif dan berkelanjutan bagi rakyat kecil. (*)






