Baca juga: Jasa Marga Kantongi Kredit Rp17,92 Triliun untuk Proyek Tol Yogyakarta-Bawen
Hal itu menjadikannya sistem yang jauh lebih cerdas dan adaptif terhadap lonjakan volume kendaraan.
Direktur PT RITS, Renaldi Utomo, menjelaskan bahwa kolaborasi intensif antara pemerintah dan investor menjadi kunci keberhasilan tahapan persiapan yang sedang berjalan.
“Kami memang sudah sepakat bahwa dalam proses transisi ini masih mempergunakan barrier,” katanya.
“Jadi ada konsep transisi dan ada konsep akhir sesuai desain MLFF. Keputusan akhirnya tentu berada di pemerintah dan kami mendukung,” imbuhnya.
Strategi Implementasi Bertahap di Wilayah Urban
Implementasi MLFF memerlukan pendekatan yang presisi, mulai dari skala uji coba pada satu gerbang tol sebelum diperluas ke seluruh jaringan jalan tol.
Pengamat transportasi, Anton Budiharjo, menekankan bahwa digitalisasi transaksi adalah keniscayaan yang akan menyederhanakan pengawasan.
Bahkan, perhitungan pajak jalan tol di masa mendatang.
Baca juga: Call Center Jasa Marga Ganti ke Nomor 133: Lebih Singkat dan Responsif
Dengan memulai dari ruas tol yang memiliki kesiapan infrastruktur mumpuni, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata kemudahan sistem ini secara bertahap.
Kemudian akan meningkatkan produktivitas masyarakat urban dalam jangka panjang.
Menurutnya, dengan pembayaran berbasis elektronik, seluruh transaksi akan tercatat secara digital sehingga pengawasan menjadi lebih mudah.
Mengingat, volume lalu lintas terus meningkat seiring kian bertambahnya kendaraan.




