<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – Konektivitas laut yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan wilayah sekitarnya resmi memasuki babak baru. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumumkan beroperasinya kembali jembatan penghubung dermaga dan kapal atau moveable bridge (MB) di Pelabuhan Bajoe pasca-rampungnya proyek revitalisasi total. Langkah taktis ini menjadi komitmen nyata perusahaan pelat merah tersebut dalam menggenjot aspek keselamatan penumpang dan memperlancar arus distribusi logistik antarpulau. Operasional perdana MB baru ini diawali dengan proses uji sandar setelah melewati pengujian beban (commissioning) bersama instansi kepanduan pelabuhan. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/konektivitas-pulau-lancar-bumn-asdp-kantongi-pendapatan-jumbo-rp496-triliun/">Konektivitas Pulau Lancar, BUMN ASDP Kantongi Pendapatan Jumbo Rp4,96 Triliun</a></strong> “Perbaikan MB ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran operasional, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat pengguna jasa penyeberangan,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, Jumat (22/5/2026). <strong>Revitalisasi Struktur Hidrolik: Daya Tahan Hingga 20 Tahun</strong> Proyek perbaikan ini menyasar penggantian menyeluruh pada struktur utama jembatan dan sistem hidrolik. Melalui sentuhan teknologi baru, kekuatan dermaga kini melonjak signifikan dari kapasitas semula yang hanya 30 ton menjadi 50 ton. Selain memperkuat MB, ASDP juga memperkokoh jembatan penghubung (trestle) dari darat menuju dermaga agar konstruksi pelabuhan lebih stabil saat memikul kendaraan berat. Pembenahan estetika lewat pengecatan fasilitas penunjang juga dilakukan demi menyegarkan wajah pelabuhan.<!--nextpage--> <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/hut-ke-53-asdp-perkuat-komitmen-keselamatan-dan-catat-kinerja-positif-di-2025/">HUT ke-53 ASDP: Perkuat Komitmen Keselamatan dan Catat Kinerja Positif di 2025</a></strong> General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom S. Panatagama, mengklaim bahwa material kokoh hasil peremajaan ini diproyeksikan tahan banting menghadapi terjangan ombak hingga dua dekade ke depan. “Kami bersyukur seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan sesuai target dan siap mendukung kelancaran layanan penyeberangan masyarakat,” tutur Anom. Saat ini, koridor Pelabuhan Bajoe mengoperasikan dua rute komersial gemuk, yakni lintas Bajoe–Kolaka dan Siwa–Tobaku, serta dua rute perintis vital, Maccini Baji–Sabutung dan Maccini Baji–Balanglompo. <strong>Serap Tenaga Kerja Lokal dan Gelar Latihan Antiteror</strong> Pembangunan infrastruktur ini terbukti membawa dampak langsung bagi pergerakan ekonomi masyarakat pesisir Bone. <strong>Baca Juga: <a href="https://urbancity.co.id/dukung-logistik-digital-asdp-gandeng-aldei-perkuat-konektivitas-maritim-nasional/">Dukung Logistik Digital, ASDP Gandeng ALDEI Perkuat Konektivitas Maritim Nasional</a></strong> Proyek revitalisasi dermaga ini menyerap sedikitnya 25 tenaga kerja lokal asal Bajoe, berdampingan dengan program tanggung jawab sosial berupa bantuan sembako dan pelatihan wirausaha. Apresiasi tinggi datang dari pemerintah daerah yang melihat pelabuhan ini sebagai urat nadi perdagangan komoditas unggulan. “Kami berterima kasih kepada ASDP atas perbaikan dermaga ini. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga dan memeliharanya,” ungkap Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Di sisi lain, guna mempertebal proteksi keamanan objek vital nasional ini, ASDP juga menggelar simulasi gabungan penanganan ancaman bom bersama Polres Bone dan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Selatan.<!--nextpage--> Langkah preventif ini memperkuat kesiapsiagaan darurat pelabuhan dalam menyongsong lonjakan arus penumpang ke depan. (*)