Baca juga: MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Markets, Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berjalan Sesuai Arah
Investment yield asuransi umum konvensional naik menjadi 0,55 persen, sementara asuransi umum syariah mencapai 0,44 persen.
Ogi menyebutkan industri asuransi mampu mempertahankan kinerja investasinya meskipun kondisi pasar keuangan nasional sedang dalam situasi dinamis.
Tantangan utama ke depan terletak pada pengelolaan risiko di tengah volatilitas pasar keuangan dan perubahan kebijakan suku bunga.
Ogi menegaskan pentingnya keseimbangan antara optimalisasi yield dan manajemen risiko yang ketat.
OJK secara konsisten mendorong perusahaan untuk memperkuat kualitas aset demi menjamin keberlanjutan bisnis asuransi dalam jangka panjang.
“Ke depan, tantangan utama industri adalah menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko, khususnya di tengah volatilitas pasar keuangan, dinamika ekonomi global, dan perubahan suku bunga,” tegas Ogi.
Baca juga: Satgas PASTI Hentikan 255 Entitas Keuangan Ilegal, OJK Perkuat Pelindungan Konsumen
Strategi Hadapi Kenaikan BI Rate
Kenaikan BI Rate menjadi 5,25 persen memberikan dampak signifikan terhadap strategi penempatan aset perusahaan asuransi, terutama pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang.
Ogi menuturkan industri asuransi masih diuntungkan oleh stabilitas yield Surat Berharga Negara (SBN) yang membantu menjaga kinerja portofolio mereka.
Meskipun pasar saham menghadapi volatilitas yang dipengaruhi sentimen global, perusahaan asuransi tetap memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi sesuai profil liabilitas masing-masing.




