Ogi juga menanggapi tren diversifikasi bisnis perusahaan penjaminan ke sektor konsumtif sebagai upaya menjaga kualitas portofolio di tengah volatilitas ekonomi.
Meski sektor produktif memiliki risiko yang lebih tinggi karena ketergantungan pada performa usaha.
Tetapi industri penjaminan tetap berperan sebagai garda terdepan dalam mendukung produktivitas UMKM.
Baca juga:Â Satgas PASTI Hentikan 255 Entitas Keuangan Ilegal, OJK Perkuat Pelindungan Konsumen
Langkah mitigasi seperti akses SLIK dan penguatan tata kelola pun menjadi instrumen wajib yang harus diterapkan perusahaan untuk menekan risiko klaim di masa depan.
Menavigasi Perlambatan Bisnis KPR
Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang melambat turut memengaruhi bisnis asuransi jiwa kredit.
Ogi menyarankan pelaku industri untuk mulai melakukan diversifikasi sumber bisnis guna menjaga momentum pertumbuhan jangka panjang.
Penguatan kerja sama yang sehat dengan lembaga penyalur pembiayaan serta perbaikan manajemen risiko akan menjadi kunci bagi industri asuransi jiwa kredit.
Sehingga dapat tetap kompetitif menghadapi tantangan pasar properti tahun 2026. (*)




