Tidak hanya berfokus pada aspek kelancaran logistik dan hospitality, PELNI juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan maritim.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa: DXI 2026 Jadi Kunci Indonesia Kuasai Wisata Petualangan Dunia
Di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, PELNI menggandeng PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) untuk mengeksekusi penanganan pembuangan limbah air bersih bekas pakai (greywater) dari MV Odyssey sebanyak 400 ton sesuai dengan standar ekologi pelabuhan internasional.
Ditto Pappilanda menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan terhadap MV Odyssey menjadi bukti nyata kesiapan PELNI dalam menanganani agen kapal asing secara profesional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata maritim yang kompetitif di Asia Tenggara.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI terus memperkuat layanan full port agency dan layanan logistik serta operasional kapal internasional di berbagai pelabuhan Indonesia.
“Kami siap menjadi mitra strategis bagi industri kapal pesiar untuk mendukung target pemerintah dalam pengembangan pariwisata dan perekonomian nasional,” tambah Ditto.
Baca Juga: Bidik Wisatawan Berkantong Tebal, Kemenpar Promosikan Wisata Selam di ADEX Singapura
Melalui ekspansi layanan keagenan yang efisien dan andal ini, PELNI optimistis mampu menarik lebih banyak operator kapal pesiar internasional untuk bersandar di pelabuhan Indonesia, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah. (*)





