Sebanyak 91.045 debitur telah menerima manfaat program ini, dengan mayoritas berasal dari sisi permintaan sebanyak 88.774 debitur.
Baca juga: Percepat Pembangunan Huntap Sumatera, Kementerian PKP Siapkan Anggaran Rp2,2 Triliun
Capaian impresif ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan fasilitas pembiayaan perumahan yang terjangkau dan mudah.
“Dengan capaian yang sudah mencapai sekitar 54 persen atau Rp19,2 triliun, plafon KPP tahun 2026 ditingkatkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Menteri PKP.
Dominasi Bank Himbara Nasional
Perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memegang peran kunci sebagai kontributor terbesar dalam penyaluran KPP nasional.
Himbara mencatatkan total penyaluran sebesar Rp17,93 triliun atau mencakup 93,21 persen dari realisasi nasional.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) memimpin daftar penyalur terbesar, diikuti oleh Bank BTN, BNI, BSI, dan Bank Mandiri sebagai pilar utama dukungan pembiayaan.
Baca juga: Komisi V DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian PKP 2027, Fokus Hunian Layak
Bank pembangunan daerah dan bank swasta turut meramaikan program ini dengan kontribusi yang kompetitif.
Bank Jateng tercatat sebagai penyalur terbesar dari sisi bank pembangunan daerah, sementara Bank Nobu memimpin kategori bank swasta.
Kolaborasi lintas sektor ini memastikan jangkauan KPP semakin merata hingga ke berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia. (*)




