Pada Februari 2026, XCMG Indonesia bahkan menggelar program pelatihan operator excavator. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan tidak hanya mengandalkan penjualan unit, tetapi juga memperkuat kemampuan operator dan layanan purnajual.
Langkah ini penting karena pembeli alat berat semakin mempertimbangkan total cost of ownership, ketersediaan suku cadang, kecepatan servis dan nilai jual kembali ketika memilih merek.
Zoomlion Menunjukkan Pertumbuhan yang Menarik
Zoomlion menjadi salah satu merek China yang patut mendapat perhatian. Salah satu indikator paling kuat terlihat dari pengiriman 300 unit excavator ZE215E kepada pelanggan Indonesia. Pengiriman tersebut dilakukan secara bertahap dan menjadi salah satu transaksi besar Zoomlion di pasar Indonesia.
Namun, angka 300 unit tersebut tidak boleh disebut sebagai total penjualan Zoomlion sepanjang 2026. Pengiriman 300 unit tersebut merupakan transaksi yang diberitakan pada 2025.
Baca Juga:Â Prospek Pasar Excavator China di Indonesia Makin Menjanjikan, Ini Tantangannya
Memasuki 2026, aktivitas penjualan Zoomlion tetap terlihat. Salah satu unit ZE215E tercatat dikirim kepada pelanggan pada Juli 2026.
Zoomlion juga sudah memiliki rekam jejak penggunaan ZE215E di sektor pertambangan nikel Indonesia. Perusahaan mencatat excavator tersebut digunakan dalam pembangunan area pertambangan laterit nikel di Indonesia.
LiuGong, Sunward dan SDLG Ikut Memburu Pasar
LiuGong juga mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain China yang diperhitungkan. Perusahaan terus mendorong produk dan layanan untuk kebutuhan industri alat berat Indonesia pada 2026.




