URBANCITY.CO.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mematangkan langkah sebagai Partner Country pada ajang pameran industri internasional bergengsi, INNOPROM 2026.
Langkah ini diperkuat melalui gelaran Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 yang berlangsung di Saint Petersburg, Rusia.
Forum strategis ini merupakan tindak lanjut dari business matching di Moskow akhir tahun lalu. Tujuannya jelas: mempererat diplomasi industri, memacu investasi manufaktur, dan memperluas jejaring ekonomi global Indonesia di tengah persaingan teknologi dunia.
Kemitraan Strategis Menuju INNOPROM 2026
Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan jembatan menuju aksi nyata.
Baca Juga:Â PMI Manufaktur April 2026 Turun, Kemenperin Siapkan Insentif Cegah Gelombang PHK Industri
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan langkah nyata, mulai dari peluang investasi, kemitraan industri, serta tindak lanjut konkret menuju INNOPROM 2026,” tegas Faisol Riza.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Gruzdev, menyambut hangat kolaborasi ini.
Ia menilai posisi Indonesia sebagai negara mitra di INNOPROM 2026 adalah bukti kuatnya fondasi hubungan ekonomi kedua negara.
Sinergi Raksasa Industri
Forum ini dihadiri lebih dari 100 delegasi, termasuk perwakilan pemerintah dan pelaku usaha. Beberapa perusahaan besar turut memaparkan potensi kolaborasi lintas sektor, di antaranya:
- PT PAL Indonesia (Maritim & Pertahanan)
- Rosatom State Atomic Energy Corporation (Energi)
- PT Pupuk Indonesia (Petrokimia)
- UC Rusal (Metalurgi)
Baca Juga:Â Investasi Manufaktur Q1-2026 Tembus Rp418 Triliun, Sektor Logam Jadi Penopang Utama




