Baca Juga: Transparansi Plumpang: Pertamina Pamerkan Teknologi Uji RON BBM kepada Pemimpin Media
Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi fondasi utama dalam spesifikasi kapal baru ini. Seluruh desain pembangunan telah mengacu pada standar regulasi Badan Klasifikasi Indonesia (BKI).
“Seluruh desain dan pembangunan kapal mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam operasional energi, detail kecil bisa berdampak besar, sehingga semuanya harus dipastikan sejak awal,” kata Dewi.
Komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri
Pembangunan kapal ini juga menjadi panggung bagi optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Direktur Tesco Indomaritim, Jamin Basuki, menegaskan komitmennya untuk memenuhi standar kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan agar kapal dapat segera terintegrasi dalam sistem energi nasional.
“Kami memahami bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” ujar Jamin.
Baca Juga: Strategi Jalur Ganda Pertamina: Antara Ketahanan Energi Nasional dan Ambisi Transisi Hijau 2045
Kapal Utility Boat 22 Pax dengan desain modern dan efisien ini ditargetkan rampung pada 2027. Proyek ini diproyeksikan menjadi pemicu peningkatan kinerja layanan marine PTK secara jangka panjang, sekaligus memperkokoh rantai pasok energi bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. (*)






