Baca juga:Â Demokratisasi AI: Samsung Rilis Galaxy A57 5G dan A37 5G dengan Fitur Kelas Pro
Moncong bus yang terhadang pagar betis polisi terpaksa mengerem mendadak dan menepi di bahu jalan.
Puluhan mahasiswa berjaket kuning langsung merangsek keluar dari pintu bus untuk memprotes tindakan represif petugas yang memotong rute perjalanan mereka secara sepihak.
“Kita tikum (titik kumpul) tidak di sini. Apa dasarnya menahan kami?” ujar seorang mahasiswa dengan nada tinggi.
Kabag Perencanaan Polres Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, yang memimpin langsung operasi blokade tersebut, segera mendinginkan protes mahasiswa.
Adri berkukuh bahwa pimpinan Polda Metro Jaya telah mengalihkan seluruh titik konsentrasi massa demonstran hari ini ke depan gerbang DPR.
“Semua massa kalian yang akan menyampaikan pendapat akan dialokasikan di DPR ini untuk melaksanakan upaya penyampaian pendapat,” kata Adri di lokasi penyekatan.
Baca juga:Â Redam Gejolak Demo, FKWGR Imbau Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Lingkungan
“Bundaran HI dilarang, itu jalan penghubung masyarakat,” ucapnya menambahkan alasan pelarangan.
Menantang Mahasiswa Tabrak Pagar Betis Petugas
Suasana di lokasi semakin memanas saat AKBP Adri mengeluarkan peringatan keras kepada massa yang mencoba meredam barikade polisi.
Adri bahkan menantang sopir bus mahasiswa untuk melindas tubuh para personel kepolisian jika mereka tetap nekat memaksakan armada melaju menuju Bundaran HI.
“Kalau memaksakan kehendak, silakan tabrak saja kami,” tegas Adri di hadapan kerumunan mahasiswa.




