“Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” tegas Prabowo.
Jaminan Kedaulatan di Tengah Geopolitik Global
Lebih lanjut, Presiden menyoroti dinamika politik internasional yang kian bergejolak. Menurutnya, stabilitas ekonomi dan pembangunan nasional mustahil tercapai tanpa adanya jaminan keamanan yang kokoh dari sektor pertahanan.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Ekonomi, Presiden Prabowo Minta Eksportir SDA Tak Simpan Uang di Luar Negeri
“Tapi, kita lihat kondisi geopolitik dunia penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas. Jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” kata Prabowo.
Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan proyek penguatan postur pertahanan secara komprehensif, mencakup matra darat, laut, hingga udara pada tahun-tahun mendatang.
“Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” imbuhnya.
Masuknya jet tempur gen-4.5 Dassault Rafale dipastikan mendongkrak supremasi udara TNI AU dalam operasi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat.
Jet ini bekerja sinergis dengan Falcon 8X untuk pengawasan, Airbus A400M Atlas untuk angkut logistik strategis dan pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), serta Radar GCI GM403 yang memperkuat sistem deteksi dini pertahanan udara nasional. (*)






