“Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila. Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan cerdas,” urai Kepala Negara membedah program prioritasnya.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Ekonomi yang Adil dan Sejahtera
Siap Hadapi Barisan Koruptor dan Penyelundup
Langkah ekstrem untuk merombak tata kelola negara ini diakui Prabowo tidak akan melenggang mulus. Ia secara terbuka memperingatkan jajarannya untuk memasang kuda-kuda kokoh menghadapi serangan balik dari kelompok-kelompok yang merasa lahan basahnya terusik oleh reformasi birokrasi dan hukum.
“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” ungkap Presiden Prabowo lugas.
Hambatan tidak hanya datang dari dalam, tetapi juga dari pihak-pihak transnasional atau antek-antek yang memang menginginkan Indonesia tetap menjadi bangsa yang lemah dan mudah didikte.
“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” tutur Prabowo membakar nasionalisme peserta.