Baca juga:Â Genjot Efisiensi Bongkar Muat, PTP Nonpetikemas Pacu Layanan Terminalisasi
Catatan impresif tersebut otomatis melampaui target baku dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang mematok angka 63 ton per jam.
Jika membandingkannya dengan metode konvensional lama yang hanya meraup 40 ton per jam, sistem baru ini mempercepat durasi kerja hingga dua kali lipat.
Melalui penerapan sistem ini, perusahaan berhasil melejitkan kinerja operasional dengan memanen produktivitas sebesar 84 ton per jam (Ton/Gang/Hour).
Angka performa tersebut sekaligus melibas target awal sebesar 63 ton per jam dari Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.
“Dengan layanan Drop Tank ini menunjukkan produktivitas lebih tinggi hingga dua kali lipat dari metode konvensional yang capaiannya 40 ton per jam, ujar Choiron,”.
Pihak otoritas pelabuhan memandang minyak olein sebagai komoditas emas yang menyokong rantai pasok industri pangan dan pabrik minyak goreng nasional.
Kelancaran distribusi bahan baku manufaktur ini menjadi indikator penting bagi perputaran roda ekonomi di Bengkulu.
Baca juga:Â Garam Australia 15 Ribu Ton Serbu Cirebon, PTP Nonpetikemas Genjot Bongkar Muat
Mengeruk Alur Pelayaran Demi Mengundang Kapal Raksasa
General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menegaskan bahwa kenaikan volume muat olein membuktikan tingginya kepercayaan para pelaku usaha terhadap fasilitas Pulau Baai.
Pelindo saat ini tengah mengawal proyek normalisasi dan pengerukan alur pelayaran.




