Sehingga, kapal-kapal tanker berbobot raksasa bisa merapat tanpa takut kandas.
Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis sebagai gerbang perdagangan dan logistik Provinsi Bengkulu.
Manajemen optimistis pengerjaan normalisasi alur pelayaran yang terus melaju bakal melejitkan kapasitas dan denyut aktivitas kepelabuhanan di Pulau Baai.
“Ini membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan arus barang, peningkatan konektivitas logistik, serta pengembangan sektor industri dan perdagangan di Bengkulu,” tutur Dimas.
Menutup Buku Mei dengan Pertumbuhan Arus Barang 3,88 Persen
Dimas berjanji akan terus mendongkrak keandalan fasilitas pelabuhan, baik untuk klaster curah cair, curah kering, maupun general cargo.
Baca juga:Â Dukung Logistik Sawit, PTP Nonpetikemas Bengkulu Sukses Uji Coba Layanan Drop Tank Perdana
Strategi ini sejalan dengan penjelasan SM Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami.
Dia menyebut pelabuhan Bengkulu merupakan replikasi sukses kedua setelah implementasi perdana di Pelabuhan Pangkal Balam.
Pelabuhan Pulau Baai merupakan gerbang logistik utama yang mendukung arus perdagangan dan distribusi komoditas unggulan Bengkulu.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan operasional serta fasilitas baik layanan curah cair, curah kering maupun general cargo,” katanya.
“Tujuannya untuk accomodate pertumbuhan arus barang dari sektor perkebunan, pertambangan, maupun industri lainnya,” imbuh Dimas.
Rangkaian inovasi ini mendongkrak rapor performa niaga PTP Nonpetikemas Cabang Bengkulu secara signifikan. Perusahaan membukukan realisasi total arus barang (throughput) sebesar 1,02 juta ton kubik hingga Mei 2026.




