URBANCITY.CO.ID – Industri perfilman dunia kini menyoroti capaian film horor Obsession. Meski menggunakan anggaran ramping, film ini mencetak pendapatan box office hingga 537 kali lipat dari biaya produksinya.
Data Box Office Mojo per Senin (6/7) mencatat pendapatan global Obsession mencapai US$ 403 juta. Angka ini luar biasa mengingat biaya produksinya hanya US$ 750 ribu.
Film ini meraup US$ 245,3 juta dari pasar domestik Amerika Utara. Sementara itu, pasar internasional menyumbang US$ 157,7 juta.
Obsession tayang perdana di Toronto Film Festival 2025. Melihat potensinya, Focus Features mengakuisisi film ini seharga US$ 14 juta.
Baca Juga : Back to School ala Lokal: Mengapa Produk Dalam Negeri Jadi Investasi Terbaik untuk Gaya Hidup Urban
Daya Tarik bagi Gen Z
Biasanya, film kehilangan penonton setelah delapan pekan tayang. Namun, Obsession justru tetap kokoh. Selama liburan 4 Juli, film ini masih meraup US$ 5,3 juta di dalam negeri dan US$ 12 juta dari pasar global.
Perolehan ini mendekati ambang batas US$ 250 juta di pasar domestik. Angka ini jarang tercapai oleh film arthouse pasca-pandemi.
Variety menyebut ulasan positif dari mulut ke mulut serta antusiasme Gen Z sebagai kunci utama. Obsession dan Backrooms dari A24 mematahkan anggapan bahwa kaum muda enggan menonton film di bioskop.
Produser Jason Blum melihat pergeseran selera penonton saat ini. “Ada generasi baru penonton film yang menyatakan selera yang sangat spesifik untuk film horor yang cukup unik,” kata Blum, seperti diberitakan Variety.
“Ada banyak kekhawatiran tentang penayangan di bioskop, dan ini adalah area pertumbuhan baru yang nyata,” lanjutnya.




