Baca Juga: Menteri Ekraf Gandeng Riot Games: Indonesia Bidik Tuan Rumah Turnamen Esports APAC 2028
“Kreativitas budaya kita sudah luar biasa sejak dulu, namun tantangan terbesarnya adalah komersialisasi dan monetize. Melalui ekosistem digital, kita bantu branding dan kurasi produk yang unik agar siap menangkap peluang global tanpa harus panik dalam memenuhi kapasitas produksinya,” tambah Teuku Riefky.
Gelar JICE 2026 di Yogyakarta dan Candi Borobudur
Kolaborasi erat ini juga menjadi fondasi utama persiapan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE) 2026.
Ajang pameran dan konferensi ilmiah internasional ini dijadwalkan menggebrak pada Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.
Mengusung tema berkelanjutan berbasis green economy, puncak perhelatan 2nd JICE 2026 sengaja dipusatkan di Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan kawasan Candi Borobudur.
Lokasi ini dipilih demi mengawinkan daya tarik wisata sejarah (heritage tourism) dengan industri kebugaran kreatif.
Baca Juga: Menteri Ekraf: Anak Muda Kreatif Harus Berani Monetisasi IP untuk Kemandirian Ekonomi
Sebagai pemanasan, Menteri Ekraf dijadwalkan mengisi sesi podcast pre-event di Candi Borobudur pada 31 Mei 2026.
Wadah nasional yang menghimpun peracik jamu, peneliti, dan akademisi ini optimistis sinergi baru bersama kementerian mampu melahirkan pasar baru di kancah global.
“Berangkat dari kesuksesan gelaran JICE yang pertama, kami berkomitmen untuk terus merajut seluruh pemangku kepentingan guna mengembangkan, melestarikan, dan menduniakan jamu. Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Kementerian Ekraf yang bersedia berjalan beriringan bersama kami untuk menyukseskan agenda besar ini,” pungkas Ketua Umum DJI, Daniel Tjen. (*)





