URBANCITY.CO.ID – Bagi Sri Wahyuni, pendidikan tinggi bagi buah hatinya sempat terasa seperti mimpi yang sulit digapai. Sekolah Gratis.
Warga Desa Pelemgede, Kabupaten Pati, Jawa Barat ini harus berjuang keras sebagai orang tua tunggal dengan penghasilan dari kerja serabutan yang tidak menentu.
Namun, beban ekonomi tersebut kini perlahan meluruh sejak putra sulungnya, Muhammad Reihan Ataya, diterima di Sekolah Rakyat (SRMP) 12 Pati.
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pendidikan gratis yang dihadirkan pemerintah untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Program ini menjadi oase bagi orang tua seperti Sri yang kerap terjepit antara kebutuhan dapur dan biaya sekolah.
Baca Juga: Seskab Teddy Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Tetap Aman, Program Sekolah Rakyat Ditambah
“Saya senang, luar biasa. Merasa diperhatikan sama pemerintah, sama Pak Presiden,” ujar Sri saat ditemui pada Sabtu, 25 April 2026.
Fasilitas Lengkap dan Pembinaan Karakter
Program Sekolah Rakyat tidak hanya membebaskan biaya SPP, tetapi juga menanggung seluruh kebutuhan hidup siswa.
Reihan kini tinggal di asrama dengan fasilitas lengkap, mulai dari seragam hingga jaminan makan tiga kali sehari beserta camilan.
Semua fasilitas ini diberikan untuk memastikan siswa dapat fokus belajar tanpa memikirkan kendala logistik.
“Dapat asrama, asramanya bagus. Dapat semua lengkap tanpa terkecuali. Dari Sekolah Rakyat dapat seragam, dapat semua kebutuhan anak, ditanggung sama Bapak Prabowo dari Sekolah Rakyat,” tutur Sri.
Baca Juga: Penguatan Ekosistem Digital Pendidikan: BNI Dukung Penuh Program Prioritas Sekolah Rakyat




