URBANCITY.CO.ID – Senator Kanada asal British Columbia, Yuen Pau Woo, menegaskan bahwa implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Kanada dan Indonesia (ICA-CEPA) bukan sekadar urusan tarif dan komoditas.
Dalam sidangnya di Senat Kanada, Pau Woo menyebut Indonesia sebagai mitra prioritas bagi Kanada untuk melepaskan ketergantungan ekonomi dari Amerika Serikat.
Pau Woo menilai, di tengah pergeseran kekuatan global, Kanada harus memposisikan diri dalam tatanan dunia yang tidak lagi berpusat pada satu kekuatan tunggal. Strategi diversifikasi ekonomi Kanada, menurutnya, wajib menempatkan Asia Tenggara—khususnya Indonesia—sebagai poros utama.
Perjanjian ini bukan hanya tentang perdagangan. Ini tentang bagaimana Kanada memposisikan diri di dunia yang tidak lagi terorganisasi di sekitar satu pusat kekuasaan.
Baca Juga: Greenland Tegas Tolak Rencana Klaim Amerika Serikat atas Wilayahnya
“Sejauh Kanada berupaya untuk mendiversifikasi hubungan ekonominya di luar Amerika Serikat, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara merupakan pasar prioritas,” ujar Pau Woo dalam pertemuan di Gedung Senat Kanada, Rabu, 15 April 2026.
Vitalitas Selat Malaka dan Kepemimpinan Regional
Pau Woo menyoroti posisi geografis Indonesia yang mengapit Samudra Hindia dan Pasifik. Ia bahkan menyebut signifikansi Selat Malaka bagi perdagangan kontainer dan kargo global jauh melampaui Selat Hormuz. Blokade di perairan Indonesia, menurutnya, akan menjadi bencana bagi ekonomi dunia.
Selain faktor geografis, Pau Woo memuji konsistensi pengaruh diplomatik Indonesia sejak Konferensi Asia-Afrika 1955 hingga kepemimpinan di ASEAN.




