Di bawah nakhoda Presiden Prabowo Subianto, ia memprediksi peran Jakarta akan semakin dominan, terlebih setelah Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 2025.
Baca Juga: Kavling Ilegal Marak, Asosiasi Real Estate Minta Solusi ke Ketua DPD RI
“Indonesia menjadi anggota penuh BRICS pada tahun 2025, dan merupakan satu-satunya anggota tetap G20 dari Asia Tenggara. Di bawah Presiden Prabowo Subianto, tampaknya negara ini siap memainkan peran yang lebih penting lagi di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Belajar Otonomi Strategis
Menariknya, Senator Pau Woo menyarankan agar Kanada belajar dari prinsip luar negeri Indonesia. Mengutip pernyataan Perdana Menteri Mark Carney di Davos Januari lalu mengenai munculnya dunia multipolar, Pau Woo menilai Kanada perlu mengadopsi “Otonomi Strategis” agar memiliki kebijakan luar negeri yang lebih independen.
“Negara-negara ASEAN, dan Indonesia khususnya, telah lama menyadari geopolitik, persaingan kekuatan besar, dan pentingnya otonomi strategis. Kita dapat belajar satu atau dua hal dari Indonesia, yang telah memperjuangkan keseimbangan dan kemandirian dalam hubungan luar negerinya,” tegas Pau Woo.
Baca Juga: Dinilai Sudah Terlalu Tua, DPD RI Berencana Merevisi UU Kepariwisataan
Ia menutup pidatonya dengan menekankan bahwa ICA-CEPA adalah jembatan untuk membangun kepercayaan (trust). Hubungan bilateral ini diharapkan berkembang ke sektor penelitian, mobilitas mahasiswa, hingga pertukaran budaya.
Bagi Pau Woo, mengabaikan pengaruh Indonesia dalam arsitektur tata kelola global saat ini adalah sebuah kesalahan besar bagi Kanada. (*)






