Angka pertumbuhan sebesar 6,86 persen yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan betapa dinamis dan menjanjikannya sektor ini bagi para pelaku usaha.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memandang sensus ini sebagai momentum krusial.
Tujuannya, menjadikan ekraf sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan data yang semakin jelas, pemerintah, asosiasi, akademisi, dan pegiat usaha dapat berkolaborasi lebih efektif menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menteri Ekraf.
Baca juga: Merapikan Pipa Royalti, Komitmen Kemen Ekraf dan Spotify Benahi Transparansi Hak Musisi Lokal
Basis data yang komprehensif memungkinkan seluruh pemangku kepentingan untuk memetakan kebutuhan subsektor secara spesifik, mulai dari fashion, kuliner, hingga ekonomi digital.
Dengan menyerap 27,4 juta tenaga kerja nasional, sektor ekraf menjadi ekosistem yang sangat krusial bagi kesejahteraan masyarakat urban modern.
Referensi data yang akurat ini mempermudah pelaku usaha dalam menyelaraskan strategi bisnis dengan kebijakan pemerintah yang pro-industri kreatif.
Partisipasi Aktif untuk Kualitas Data Bangsa
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengajak seluruh pegiat usaha kreatif untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026.
Data yang diberikan pelaku usaha akan menjadi “rekam medis” bagi kesehatan perekonomian nasional, sehingga menjamin transparansi dan keamanan data sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




