URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi Aruna Creative dalam memanfaatkan serat tanaman rami sebagai material pakaian.
Langkah ini membuka peluang besar bagi jenama fesyen lokal untuk beralih ke bahan baku yang lebih berkelanjutan.
Irene Umar menekankan bahwa pengembangan material berbasis serat alami memegang peranan krusial dalam memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif di tanah air.
Pemerintah terus mendorong terciptanya ekosistem bisnis yang komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.
Irene Umar berharap sinergi antara penyediaan bahan baku, pengolahan industri, hingga model bisnis yang solid mampu menarik minat investor melalui skema pembiayaan kekayaan intelektual (IP Financing).
Baca juga: Wamen Ekraf Irene Umar Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan
Pengembangan material tekstil berkelanjutan ini menjadi kunci untuk menciptakan produk fesyen yang unggul sekaligus ramah lingkungan.
“Yang perlu kita bangun bukan hanya promosi produk, tetapi keseluruhan ekosistem bisnis. Mulai dari bahan baku, pengolahan, industri, sampai model bisnis dan proyek investasinya,” ungkap Wamen Ekraf Irene saat audiensi di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (22/6).
Menurutnya, jika alurnya jelas serta skalanya terukur, maka akan lebih mudah menarik unsur kolaborasi dan proyeksi pembiayaan (IP financing) untuk pengembangan material tekstil berkelanjutan ini.
Sinergi Riset dan Industri Kreatif
Kementerian Ekraf mendorong kolaborasi erat antara sektor riset di perguruan tinggi dengan pelaku industri fesyen nasional.




