3. Mengonsumsi Sarapan Tinggi Natrium
Pilihan menu sarapan yang salah juga menyumbang risiko besar. Merujuk laporan Eating Well, asupan natrium yang tinggi dapat mendongkrak tekanan darah dan memicu risiko gagal jantung.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada tahun 2020 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium memiliki risiko 19 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang konsisten menjalani pola makan rendah natrium. Kelebihan zat ini mengacaukan sistem pengatur tekanan darah dan memaksa jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah.
4. Enggan Berjemur Sinar Matahari Pagi
Malas melangkah ke luar rumah untuk sekadar mendapatkan paparan fajar juga berakibat fatal. Melansir The Independent, minimnya paparan sinar matahari di pagi hari berdampak langsung pada kesehatan kardiovaskular.
Kondisi ini memicu defisiensi vitamin D dalam tubuh. Berbagai riset medis telah mengaitkan kekurangan vitamin D dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) serta penyakit jantung koroner.
5. Gaya Hidup Sedentari (Malas Bergerak)
Memilih berdiam diri atau langsung duduk bekerja dalam waktu lama tanpa peregangan memicu rentetan masalah baru. Gaya hidup sedentari atau minim gerak terbukti memicu kenaikan berat badan, penumpukan kolesterol jahat, hingga tekanan darah tinggi. Kombinasi tiga faktor ini merupakan karpet merah bagi datangnya penyakit kardiovaskular.
Guna menangkal risiko-risiko di atas, penting untuk tetap aktif bergerak dan merutinkan olahraga. Langkah pencegahan ini wajib dibarengi dengan pola hidup sehat harian seperti menjaga kualitas tidur, mengelola stres dengan baik, serta selektif dalam mengonsumsi makanan bergizi.




