Langkah strategis ini mengubah posisi tawar Indonesia dari sekadar pasar konsumen benih impor menjadi pusat inovasi bioteknologi global.
PT Sang Hyang Seri (SHS) merespons peluang investasi tersebut dengan mempercepat transformasi korporasi dari sekadar Seed Company konvensional menjadi Tropical Genetics Company berdaya saing tinggi.
“Kita tidak hanya bicara soal riset. Kita bicara bagaimana genetika menjadi sesuatu yang bisa dikomersialkan dan memberikan manfaat nyata. SHS siap menjadi motor penggerak inisiatif genetika nasional,” kata Adhi.
Baca Juga: BNI dan Republikorp Jalin Sinergi Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional
Aset Strategis Sukamandi Perkuat Cadangan Benih Nasional
SHS mengoptimalkan ekosistem operasional skala besar melalui 42 Unit Pengelolaan Benih (UPB) dan lahan produktif seluas 3.200 hektar di Sukamandi, Jawa Barat.
Integrasi infrastruktur ini mempercepat distribusi benih unggul bersertifikat ke berbagai sentra produksi pertanian nasional.
Pada saat yang sama, korporasi terus memperkuat mandat vitalnya dalam menjaga Cadangan Benih Nasional guna mengantisipasi disrupsi rantai pasok.
Baca Juga: Cluster Vireya Tahap 2 BSD Tawarkan Hunian Tropis Moderm, Harga Mulai Rp1,2 Miliar
Jaminan Pasokan Pangan Berkelanjutan untuk Gaya Hidup Urban
Transformasi bioteknologi ini menghadirkan multiplier effect nyata bagi ekosistem perkotaan, mulai dari kepastian pasokan pangan bermutu hingga stabilitas inflasi pangan (volatile foods).
Petani mendapatkan akses varietas benih berimbal hasil tinggi, sementara konsumen urban menikmati ketersediaan bahan pangan berkualitas secara konsisten.




