Baca juga: Kinerja SIG Kuartal I 2026: Pendapatan Tembus Rp8,29 Triliun dan Laba Melonjak 88 Persen
Mengoperasikan Ban Berjalan Raksasa Sepanjang Empat Kilometer
Indrieffouny menegaskan bahwa kondisi pasar semen dalam negeri yang mengalami kelebihan kapasitas (oversupply) memaksa para pelaku industri untuk memutar otak.
Emiten berkode saham SMGR ini memilih jalan inovasi dengan memperluas kontribusi pasar ekspor demi mendongkrak utilitas pabrik-pabrik mereka di daerah.
“Di tengah kondisi industri domestik yang mengalami kelebihan kapasitas, pelaku usaha termasuk SIG dituntut untuk terus berinovasi dan menjalankan langkah-langkah strategis agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama pelanggan di tengah persaingan pasar yang ketat,” kata Indrieffouny menambahkan penjelasannya.
Guna memangkas biaya logistik, tim insinyur SIG mempersenjatai dermaga Tuban dengan teknologi otomatisasi muktahir.
Terminal laut yang sanggup menampung kapal kargo raksasa berbobot 50.000 DWT ini mengandalkan sistem ban berjalan (tube conveyor) tertutup sepanjang 4,1 kilometer.
Baca juga: Wapres Gibran Pantau Dermaga Baru SIG di Tuban: Siap Genjot Ekspor Semen 1 Juta Ton per Tahun
Mesin ship loader berkapasitas 1.000 ton per jam (tph) mengalirkan langsung semen curah dari perut pabrik menuju lambung kapal tanpa menyisakan polusi debu di udara.
Divisi operasi juga memperkuat lini belakang dermaga dengan membangun blending silo system berkapasitas 8.000 ton dan clinker silo system berdaya tampung 15.000 ton.




