Integrasi antara kedua kebijakan ini menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.
Selain itu memastikan keberlanjutan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika eksternal.
“Kesepakatan yang tercapai adalah bahwa yang terpenting ialah menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek,” ungkap Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu.
Baca juga:Â Prabowo Bahas Dampak Perang Iran: Ancaman Pasokan Minyak dan Stabilitas Ekonomi di Istana Merdeka
Bagi investor dan masyarakat urban, konsistensi kebijakan yang dihasilkan dari koordinasi lintas lembaga ini memberikan kepastian dalam merencanakan langkah finansial.
Kebijakan yang terukur dan sinergis antara Bank Indonesia dan pemerintah menciptakan rasa aman bagi pasar.
Alhasil mampu mendorong sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di sepanjang tahun 2026.
Sinergi Sektor Riil untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Pemerintah juga menyoroti pentingnya kelancaran sektor riil, termasuk pemenuhan pasokan gas bagi industri sebagai urat nadi aktivitas ekonomi nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor memastikan pemerintah mencakup setiap aspek, dari makro hingga teknis operasional, dalam setiap kebijakan.
Pendekatan ini menjamin setiap sektor usaha memperoleh dukungan yang diperlukan untuk tetap produktif meski berada dalam tekanan ekonomi global.
Baca juga:Â Perjuangan Nelayan Senior Desa Sedari: Menakar Investasi Modal Solar dan Stabilitas Ekonomi Bahari



