Fokus Produksi Maung MV3 dan Amunisi
Pindad memegang peran sentral sebagai dapur pacu utama pembuatan kendaraan taktis, kendaraan tempur, amunisi, hingga senjata untuk TNI dan Polri.
Baca Juga:Â Dongkrak Ekonomi Lampung, Serapan KUR Perumahan BTN Tembus Rp268,86 Miliar
Guna memperlancar operasional pabrik, BTN membagi kucuran dana Rp1,5 triliun tersebut ke dalam dua skema: Fasilitas Cash Loan (KMK Kontraktor) sebesar Rp125 miliar, serta Fasilitas Non-Cash Loan (Bank Garansi, SKBDN, LC) senilai Rp1,375 triliun.
Pada tahap awal, dana segar ini akan difokuskan untuk menggenjot produksi kendaraan operasional nasional yang sedang naik daun, Maung MV3, yang kini menjadi mobil dinas wajib para pejabat negara.
Selain itu, modal ini akan dipakai untuk memproduksi berbagai jenis amunisi pertahanan serta armada Water Canon guna menjaga ketertiban masyarakat.
Bagi BTN, langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan di luar sektor perumahan rakyat yang dikenal dengan strategi Beyond Mortgage.
Baca Juga:Â Realisasi KUR Perumahan Jatim Rp2,47 Triliun, Menteri Maruarar Tambah Kuota BTN Rp500 Miliar
Bank yang selama ini merajai pasar KPR nasional itu kini mulai melebarkan sayapnya untuk membiayai proyek-proyek strategis negara.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Nixon penuh optimisme.



