“Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.
Dengan klarifikasi ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut guru sebagai beban negara, melainkan sedang membicarakan beban fiskal yang harus ditanggung pemerintah. (*)