Untuk meredam gejolak harga di tingkat pasar, BULOG mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sepanjang periode Maret hingga Desember 2026, target SPHP dipatok sebesar 828 ribu ton, di mana 482 ribu ton di antaranya sudah diguyur ke pasar rakyat, outlet binaan, Rumah Pangan Kita (RPK), hingga ritel modern.
Baca Juga: Stok Rekor 5,3 Juta Ton, BULOG Usul Gaji ASN hingga TNI-Polri Dibayar Beras
Sinergi Bansos Pangan Sasar 33 Juta Kedaruratan Sosial
Selain intervensi pasar via SPHP, instrumen perlindungan sosial juga dipertebal. Sepanjang tahun berjalan, BULOG menyalurkan paket Bantuan Pangan terpadu kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat yang berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Setiap keluarga berhak menerima jatah reguler berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng.
Merespons capaian tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dr. Abdul Kharis Almasyari, M.Si, melayangkan apresiasi atas performa BULOG yang dinilai responsif menjaga keseimbangan harga dari hulu hingga hilir.
“Kami mengapresiasi kerja BULOG yang terus hadir menjaga stabilitas pangan, baik melalui penyerapan produksi petani, penguatan cadangan pangan, maupun distribusi kepada masyarakat,” kata Abdul Kharis.
Kendati demikian, guna mempertahankan mutu pasokan jangka panjang, BULOG mengajukan sejumlah usulan regulasi ke parlemen.
Beberapa poin krusial yang diajukan meliputi percepatan persetujuan hibah lahan, penguatan skema pembiayaan, serta revitalisasi total infrastruktur pascapanen seperti mesin pengering (dryer) dan gudang penyimpanan modern terintegrasi. (*)




