Pemerintah Indonesia menawarkan skema kerja sama komprehensif dalam rancangan MoU tersebut.
Adapun bidang-bidang yang menjadi fokus utama meliputi pertukaran informasi regulasi, pengembangan rantai pasok global, hingga akselerasi alih teknologi.
Skema ini memberikan keuntungan besar bagi pelaku industri lokal dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan efisiensi produksi berbasis standar internasional.
Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, optimis komunikasi intensif kedua negara menjadi fondasi kuat realisasi proyek ini.
Pihaknya mendorong segera dilakukannya finalisasi agar para pelaku industri segera merasakan dampak positif dari kemitraan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Baca Juga:Â Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia melalui Partisipasi di INNOPROM 2026
Memperkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Industri Global
Data perdagangan mencatat nilai transaksi antara Indonesia dan Azerbaijan mencapai USD 155,2 juta pada tahun 2025.
Produk unggulan seperti minyak sawit, sabun, dan makanan olahan terus membuktikan daya tarik produk nasional di pasar Azerbaijan.
Finalisasi MoU ini akan menjadi akselerator bagi sektor manufaktur Indonesia untuk memperluas dominasi produknya di kawasan yang sangat prospektif ini.
Keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country di ajang INNOPROM 2026 yang melibatkan lebih dari 900 peserta dari 50 negara semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain utama di industri manufaktur dunia.
Langkah ini secara langsung mendukung visi pemerintah dalam memperluas jejaring bisnis global dan menciptakan peluang networking kelas atas bagi pelaku industri di Indonesia. (*)




