Dari sisi eksekutif, mayoritas direksi baru diambil dari kalangan internal. Langkah ini diambil Dedi untuk menjaga stabilitas dan meminimalisasi risiko dari intervensi eksternal yang merugikan.
Baca Juga: Bank Jakarta Salurkan Bantuan Untuk Sahabat Disabilitas Binaan YaSDI
“Kan kita punya pengalaman ketika berasal dari luar, punya konektivitas di luar malah kita menjadi bank yang dirugikan,” tegasnya.
Fokus Tata Kelola dan Inovasi
Meski mengakui baru pertama kali terjun secara formal di industri perbankan, Susi Pudjiastuti optimistis latar belakangnya sebagai pengusaha puluhan tahun dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan bisnis BJB.
“Pengalaman di perbankan belum ada, tapi saya juga kan pengusaha. Saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada Bank Jabar, semoga itu bisa,” kata Susi.
Senada dengan Susi, Direktur Utama terpilih Ayi Subarna berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) secara berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Jakarta Salurkan Santunan Rp1,7 Miliar untuk 8.500 Yatim dan Duafa
Kepengurusan baru ini juga diperkuat oleh Asep Dani Fadillah sebagai Direktur Kepatuhan, Herfinia sebagai Direktur Operasional, serta Muhammad As’adi Budiman di kursi Direktur Teknologi Informasi.
Seluruh pejabat baru ini selanjutnya akan menjalani proses fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah ini menjadi krusial mengingat sebelumnya OJK sempat membatalkan beberapa nama pesohor dalam bursa pimpinan BJB pada tahun sebelumnya. (*)






